Lewati ke isi

Metodologi dan sumber

Situs ini menyampaikan tauhid dan sunnah dengan merujuk kepada Al-Qur’an, hadits shahih, dan penjelasan ulama. Halaman ini menjelaskan dari mana materinya berasal dan bagaimana Anda bisa memeriksanya.

Prinsip yang kami pegang

Dalil sebelum kesimpulan
Setiap pembahasan dimulai dari ayat atau hadits, lalu penjelasan ulama, lalu pendapat lain beserta jawabannya.
Sumber bisa diperiksa
Kutipan fatwa disertai teks Arab, nomor fatwa atau judul kitab, dan tautan ke situs resminya.
AI tidak berfatwa sendiri
AI hanya merangkum konten yang tersimpan di situs ini. Bila tidak ada, AI menyarankan bertanya kepada ustadz.
Disampaikan dengan adab
Yang dibahas adalah amalannya, bukan pelakunya. Situs ini tidak memvonis orang, kelompok, atau tokoh tertentu.

Rujukan utama

Fatwa dan penjelasan ulama besar. Bila ada perbedaan, rujukan inilah yang didahulukan.

Rujukan pendamping

Artikel berbahasa Indonesia yang membantu menjelaskan dalil dan fatwa dengan contoh sehari-hari, serta kitab hadits beserta terjemahannya. Semuanya dikutip dengan menyebut dan menautkan sumber aslinya, dan isinya tidak ditampilkan ulang utuh di situs ini.

Hadits dari Hadits Tazkia memakai penomoran situs tersebut, yang berbeda dari penomoran yang lazim dikutip. Misalnya hadits “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya” adalah Shahih Bukhari no. 52 di Hadits Tazkia, sedangkan dalam penomoran Fathul Bari nomornya 54. Karena itu nomornya selalu disertai keterangan “penomoran Hadits Tazkia”.

Kitab ulama dari Al-Maktabah Asy-Syamilah dibaca dalam teks Arab aslinya, lalu maknanya disampaikan AI dalam bahasa Indonesia sebagai terjemahan bebas. Nomor juz dan halaman mengikuti edisi cetak yang dipakai Syamilah, yang bisa berbeda dari edisi lain.

  • Rumaysho.comArtikel Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal tentang aqidah, fiqih, dan amalan harian.
  • Almanhaj.or.idArsip artikel kajian dan terjemahan fatwa ulama.
  • Firanda.comArtikel Ustadz Firanda Andirja.
  • Hadits TazkiaAplikasi kitab hadits online: 14 kitab hadits dengan terjemahan Indonesia dan derajatnya. Nomor hadits mengikuti penomoran situs ini, yang berbeda dari penomoran yang lazim dikutip.
  • Al-Maktabah Asy-SyamilahPerpustakaan kitab Arab digital. AI membaca fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah serta kitab Syaikh Al-Fauzan, Syaikh Ibnu Baz, dan Syaikh Ibnu Utsaimin, juga kitab yang disebut penanya, dalam teks Arab aslinya.
  • Salik.inMesin pencari pengetahuan Islam dari situs-situs yang terdaftar di dalamnya.

Cara Tanya AI menjawab

  1. Pertanyaan Anda dicari dulu di materi kurikulum, pembahasan amalan, fatwa, dan artikel rujukan yang tersimpan di situs ini, lalu langsung di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id dan Firanda.com. Artikel dari sana dibaca dari situs aslinya dan ditautkan ke alamat aslinya.
  2. Bila tidak ada yang relevan, AI tidak dipanggil. Anda diarahkan bertanya kepada ustadz, atau mengirim pertanyaan ke tim agar dibahas.
  3. Bila ada, AI hanya merangkum sumber itu dan wajib memberi nomor sumber, misalnya [1], pada setiap hukum dan dalil.
  4. Daftar sumber di bawah jawaban diambil dari database, bukan ditulis AI, sehingga tidak bisa dikarang. Sumber yang belum ditinjau diberi label “Draf”.

Pertanyaan yang Anda kirim disimpan agar tim bisa meninjau mutu jawaban. Alamat IP tidak disimpan mentah, hanya disamarkan untuk membatasi jumlah pertanyaan per jam.

Arti label “Draf”

Materi berlabel draf belum ditinjau dewan pengawas. Isian dalam tanda kurung siku, misalnya [..], berarti rujukannya belum dilengkapi.

Dewan pengawas

[Nama ustadz atau dewan pengawas, beserta latar belakang keilmuannya.]

Laporkan kekeliruan

Bila menemukan kekeliruan kutipan, nomor hadits, atau terjemahan, tulis di formulir ini. Laporan masuk ke halaman admin tim.