Lewati ke isi

Modul 68 dari 68Sirah, bagian 4 dari 4

Hijrah dan Periode Madinah

الهجرة

Hijrah ke Madinah, pembangunan masyarakat Islam, pensyariatan yang bertahap, peristiwa penting, hingga wafatnya Nabi ﷺ.

Rujukan utama: Ar-Rahiq Al-Makhtum, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri; Fiqh As-Sirah, Prof. Dr. Zaid bin ‘Abdul Karim Az-Zaid

Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.

Tujuan belajar

Peserta mengenal peristiwa hijrah dan langkah-langkah Nabi ﷺ membangun masyarakat Islam di Madinah, memahami hikmah pensyariatan yang bertahap, serta mengenal garis besar peristiwa penting hingga wafatnya beliau.

Poin materi

Tahun-tahun di bab ini menurut pendapat yang masyhur dalam kitab-kitab sirah seperti Ar-Rahiq Al-Makhtum.

Hijrah

  • Perjalanan hijrah. Setelah penduduk Yatsrib berbai’at di ‘Aqabah, para sahabat berhijrah secara bertahap. Nabi ﷺ kemudian berhijrah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, bersembunyi di Gua Tsaur selama beberapa malam, lalu menempuh perjalanan ke Madinah. Ketika Abu Bakar khawatir, beliau berkata, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. At-Taubah: 40).
  • Pelajaran hijrah. Tawakal kepada Allah disertai persiapan dan usaha yang matang, serta kesediaan meninggalkan kampung halaman demi menjaga agama. Peristiwa hijrah kemudian dijadikan awal penanggalan Hijriyah pada masa ‘Umar bin Al-Khaththab.

Membangun masyarakat Islam

  • Masjid. Beliau singgah di Quba dan mendirikan Masjid Quba, lalu di Madinah membangun Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah, ilmu, dan urusan umat.
  • Persaudaraan. Beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, sehingga ikatan iman lebih kuat daripada ikatan kabilah.
  • Perjanjian. Beliau membuat perjanjian dengan penduduk Madinah, termasuk kaum Yahudi, untuk menjaga keamanan kota.

Pensyariatan yang bertahap

  • Tahun 2 Hijriyah. Puasa Ramadhan diwajibkan pada bulan Sya’ban tahun 2 Hijriyah, dan zakat fitrah diwajibkan pada tahun yang sama. Pada tahun ini pula kiblat dipindahkan dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.
  • Tahapan puasa. Setibanya di Madinah, beliau berpuasa tiga hari setiap bulan dan berpuasa Asyura. Kemudian puasa Ramadhan diwajibkan dengan pilihan antara berpuasa atau membayar fidyah (QS. Al-Baqarah: 183-184). Lalu puasa diwajibkan bagi yang mukim dan sehat, dengan keringanan bagi orang sakit dan musafir (QS. Al-Baqarah: 185). Terakhir, diberi keringanan makan, minum, dan menggauli istri pada malam hari hingga terbit fajar (QS. Al-Baqarah: 187). Riwayatnya dari Mu’adz bin Jabal (HR. Ahmad).
  • Hikmahnya. Syariat datang bertahap dan penuh kemudahan; dari sini para dai mengambil pelajaran untuk berdakwah setahap demi setahap. Setelah agama sempurna, tahapan itu menjadi pelajaran metode dakwah, bukan alasan mengubah hukum yang sudah tetap.

Peristiwa-peristiwa penting

  • Badar (Ramadhan 2 H): kemenangan besar kaum Muslimin walaupun jumlah mereka sedikit.
  • Uhud (3 H): pelajaran tentang akibat menyelisihi perintah Nabi ﷺ.
  • Khandaq atau Ahzab (5 H): kota Madinah dikepung pasukan gabungan, lalu Allah menyelamatkan kaum Muslimin.
  • Perjanjian Hudaibiyah (6 H): tampak merugikan kaum Muslimin, tetapi Allah menyebutnya kemenangan yang nyata (QS. Al-Fath: 1).
  • Khaibar (7 H) dan surat-surat dakwah Nabi ﷺ kepada para raja.
  • Fathu Makkah (8 H): berhala-berhala di sekitar Ka’bah dihancurkan, dan beliau memaafkan penduduk Makkah yang dahulu memusuhinya. Pada tahun yang sama terjadi Perang Hunain.
  • Tabuk (9 H), kemudian berdatangan utusan kabilah-kabilah Arab untuk masuk Islam.
  • Haji wada’ (10 H): satu-satunya haji beliau setelah hijrah. Pada masa itu turun ayat tentang sempurnanya agama (QS. Al-Ma’idah: 3).
  • Wafat (Rabi’ul Awwal 11 H): beliau wafat pada hari Senin dalam usia 63 tahun, di pangkuan ‘Aisyah, dan dimakamkan di rumahnya.

Dalil pokok

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) pada bulan itu, hendaklah ia berpuasa.”

QS. Al-Baqarah: 185

“Jika kalian tidak menolongnya (Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, yaitu ketika orang-orang kafir mengusirnya, sedang ia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika ia berkata kepada sahabatnya, ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.’” (QS. At-Taubah: 40)

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagi kalian, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama kalian.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memahami hijrah hanya sebagai sejarah, padahal pelajarannya adalah mengorbankan kepentingan dunia demi menjaga agama serta bertawakal disertai usaha.
  • Menjadikan pensyariatan yang bertahap sebagai alasan menunda kewajiban yang hukumnya sudah sempurna.

Rujukan

  • Ar-Rahiq Al-Makhtum, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri.
  • Fiqh As-Sirah, Prof. Dr. Zaid bin ‘Abdul Karim Az-Zaid.
  • As-Sirah An-Nabawiyah Ash-Shahihah, Dr. Akram Dhiya’ Al-‘Umari.

Sumber rangkuman

Pertanyaan pemahaman

Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.

  1. Siapa yang menemani Nabi ﷺ dalam perjalanan hijrah?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Abu Bakar Ash-Shiddiq.

  2. Kapan puasa Ramadhan diwajibkan?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Pada bulan Sya’ban tahun 2 Hijriyah.

  3. Sebutkan tahapan pensyariatan puasa Ramadhan.

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Awalnya boleh memilih puasa atau fidyah, lalu wajib bagi yang mukim dan sehat, lalu diberi keringanan makan dan minum pada malam hari hingga terbit fajar.

  4. Sebutkan dua langkah Nabi ﷺ membangun masyarakat di Madinah.

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Membangun masjid dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.

Bagikan ke WhatsApp

Tanya tentang modul ini

AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.

Bacaan lanjutan

Cari pembahasan lain tentang “hijrah nabi” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.