Lewati ke isi

Modul 65 dari 68Sirah, bagian 1 dari 4

Gambaran Umum Perjalanan Hidup Nabi ﷺ

السيرة النبوية

Peta ringkas perjalanan hidup Nabi ﷺ dari kelahiran hingga wafat, serta cara mempelajari sirah dari sumber yang tepercaya.

Rujukan utama: Ar-Rahiq Al-Makhtum, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri; Al-Ushul Ats-Tsalatsah, Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (bagian mengenal Nabi ﷺ)

Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.

Tujuan belajar

Peserta mengenal garis besar perjalanan hidup Nabi ﷺ, memahami pembagian periode Makkah dan Madinah, mengetahui cara menyikapi riwayat sirah yang diperselisihkan, dan mengambil pelajaran untuk kehidupan sehari-hari.

Poin materi

  • Mengapa belajar sirah. Mengenal Nabi ﷺ termasuk salah satu dari tiga landasan utama yang ditanyakan di alam kubur (lihat bab Tiga Landasan Utama). Beliau adalah teladan terbaik bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir (QS. Al-Ahzab: 21), dan kecintaan kepada beliau dibuktikan dengan mengikuti sunnahnya.
  • Kondisi Arab sebelum Islam. Bangsa Arab berada dalam kesesatan yang nyata: menyembah berhala dan jauh dari ajaran Nabi Ibrahim, lalu Allah mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka untuk membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, dan mengajarkan Al-Kitab dan Al-Hikmah (QS. Al-Jumu’ah: 2).
  • Nasab yang mulia. Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib bin Hasyim, dari suku Quraisy, keturunan ‘Adnan. Abu Sufyan, ketika masih musyrik, mengakui kemuliaan nasab beliau di hadapan Heraklius (HR. Al-Bukhari).
  • Garis besar perjalanan hidup (angka tahun menurut pendapat yang masyhur dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum):
    • lahir di Makkah pada hari Senin, bulan Rabi’ul Awwal, tahun Gajah (lihat bab Sirah (2));
    • menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun;
    • menerima wahyu pertama di Gua Hira pada usia 40 tahun;
    • berdakwah di Makkah sekitar 13 tahun, dimulai secara sembunyi-sembunyi lalu terang-terangan;
    • Isra’ Mi’raj terjadi di Makkah sebelum hijrah (lihat bab Sirah (3));
    • hijrah ke Madinah, lalu tinggal di sana sekitar 10 tahun (lihat bab Sirah (4));
    • wafat di Madinah pada hari Senin, bulan Rabi’ul Awwal tahun 11 Hijriyah, dalam usia 63 tahun.
  • Ciri dua periode. Periode Makkah berpusat pada penanaman tauhid, kesabaran menghadapi gangguan, dan pembinaan iman para sahabat. Periode Madinah ditandai dengan pembangunan masyarakat Islam, turunnya banyak hukum seperti puasa Ramadhan dan zakat fitrah pada tahun 2 Hijriyah, peperangan penting, Perjanjian Hudaibiyah, Fathu Makkah, dan haji wada’.
  • Agama telah sempurna. Nabi ﷺ tidak wafat kecuali agama Islam telah sempurna dan terang. Karena itu, sirah dipelajari untuk diteladani, bukan untuk menambah ibadah baru.
  • Sumber sirah dan sikap terhadap perselisihan. Sirah diambil dari Al-Qur’an, hadits-hadits shahih, lalu kitab-kitab sirah. Banyak rincian sirah tidak memiliki sanad yang kuat, misalnya usia Khadijah ketika menikah (40 atau 28 tahun) yang diperselisihkan para ulama. Sikap yang benar: mendahulukan riwayat yang shahih dan tidak memastikan perkara yang diperselisihkan.
  • Tanggal bukan dasar ibadah. Tanggal kelahiran Nabi ﷺ dan tanggal Isra’ Mi’raj diperselisihkan ulama. Tidak ada ibadah tertentu yang disyariatkan pada tanggal-tanggal tersebut (lihat Cek Amalan: Maulid Nabi ﷺ dan perayaan malam Isra’ Mi’raj).
  • Pelajaran umum. Kesabaran dalam berdakwah, mendahulukan tauhid, akhlak mulia kepada keluarga dan masyarakat, serta bertahap dalam pembinaan.

Dalil pokok

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir serta banyak mengingat Allah.”

QS. Al-Ahzab: 21

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul dari kalangan mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memastikan rincian sirah yang diperselisihkan seolah-olah pasti, padahal riwayatnya lemah atau tidak bersanad.
  • Menjadikan tanggal peristiwa sirah sebagai hari ibadah khusus tanpa dalil.
  • Mempelajari sirah sebatas cerita, tanpa mengambil pelajaran tauhid, kesabaran, dan akhlak.

Rujukan

  • Ar-Rahiq Al-Makhtum, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri.
  • Bagian ketiga Al-Ushul Ats-Tsalatsah tentang mengenal Nabi ﷺ.
  • As-Sirah An-Nabawiyah Ash-Shahihah, Dr. Akram Dhiya’ Al-‘Umari.

Sumber rangkuman

Pertanyaan pemahaman

Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.

  1. Apa inti dakwah Nabi ﷺ di Makkah?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Tauhid dan meninggalkan syirik.

  2. Berapa lama Nabi ﷺ berdakwah di Makkah dan tinggal di Madinah menurut pendapat yang masyhur?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Sekitar 13 tahun di Makkah dan sekitar 10 tahun di Madinah.

  3. Ke mana Nabi ﷺ berhijrah?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Ke Madinah.

  4. Bagaimana menyikapi rincian sirah yang diperselisihkan, seperti usia Khadijah ketika menikah?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Mendahulukan riwayat yang shahih dan tidak memastikan perkara yang diperselisihkan.

  5. Apa pelajaran dari periode Makkah?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Sabar dalam berdakwah dan mendahulukan tauhid.

Bagikan ke WhatsApp

Tanya tentang modul ini

AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.

Bacaan lanjutan

Cari pembahasan lain tentang “sirah nabi” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.