Lewati ke isi

Modul 48 dari 68

Dzikir Pagi dan Petang

أذكار الصباح والمساء

Dasar, waktu, dan bacaan pokok dzikir pagi dan petang yang shahih beserta bilangan dan riwayatnya.

Rujukan utama: Hisnul Muslim, Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani; Al-Wabil Ash-Shayyib, Ibnul Qayyim; Riyadhush Shalihin, Imam An-Nawawi (Kitab Al-Adzkar)

Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.

Tujuan belajar

Peserta mengetahui dasar dan waktu dzikir pagi dan petang, mampu membaca beberapa dzikir pokoknya dengan lafaz, bilangan, dan riwayat yang shahih, serta mengamalkannya bertahap tanpa memberatkan diri.

Poin materi

Dasar dan waktunya

  • Dasar Al-Qur’an. Allah memerintahkan bertasbih pagi dan petang (QS. Al-Ahzab: 41-42), pada awal dan akhir siang (QS. Ghafir atau Al-Mu’min: 55), serta sebelum terbit dan terbenam matahari (QS. Qaf: 39).
  • Waktu. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa “pagi dan petang” dalam hadits dzikir berarti sebelum terbit dan sebelum terbenam matahari: dzikir pagi setelah Subuh hingga terbit matahari, dzikir petang setelah Ashar hingga terbenam matahari (Al-Wabil Ash-Shayyib).
  • Bila ada udzur. Orang yang sibuk atau lupa boleh membacanya setelah waktu itu. Rumaysho.com menyebut batas dzikir pagi sampai menjelang Zhuhur seperti waktu Dhuha, tetapi yang lebih aman sebelum matahari terbit.
  • Tidak harus seluruhnya. Boleh dibaca sebagian dan tidak wajib berurutan. Pemula boleh membaca dari buku sampai hafal.
  • Bertemu dengan dzikir setelah shalat. Ayat Kursi dan surat-surat perlindungan yang dibaca setelah Subuh atau Ashar sekaligus terhitung dzikir pagi atau petang, dengan catatan Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas dibaca tiga kali (fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, dinukil Rumaysho.com).

Bacaan pokok dan bilangannya

  • Lafaznya tercantum di Dalil pokok: Sayyidul Istighfar sekali, “Bismillahilladzi la yadhurru ...” tiga kali, “Radhitu billahi rabba ...” tiga kali, dan “A’udzu bi kalimatillahit tammati ...” tiga kali pada petang (tiga kali disebut dalam riwayat At-Tirmidzi no. 3604).
  • Ayat Kursi sekali; yang membacanya pagi dilindungi dari gangguan jin hingga sore, dan sebaliknya (HR. Al-Hakim; dinilai shahih dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib).
  • Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali; “mencukupimu dari segala sesuatu” (HR. Abu Dawud no. 5082 dan At-Tirmidzi no. 3575).
  • “Ashbahna wa ashbahal mulku lillah ...” pada pagi dan “Amsaina wa amsal mulku lillah ...” pada petang (HR. Muslim no. 2723).
  • “Allahumma bika ashbahna ... wa ilaikan nusyur” pada pagi, dan “Allahumma bika amsaina ... wa ilaikal mashir” pada petang (HR. Abu Dawud no. 5068 dan At-Tirmidzi no. 3391).
  • “Allahumma fathiras samawati wal ardh ...” pada pagi, petang, dan menjelang tidur; berisi pengakuan tauhid dan perlindungan dari kejahatan diri, setan, dan ajakannya kepada syirik (HR. Abu Dawud no. 5067 dan At-Tirmidzi no. 3392).
  • “Ya Hayyu ya Qayyum, bi rahmatika astaghits ...” sekali (HR. An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah dan Al-Hakim; dinilai hasan).
  • “Subhanallahi wa bihamdih” seratus kali pada pagi dan petang (HR. Muslim no. 2691 dan 2692). Seratus adalah bilangan terbanyak dalam dzikir pagi-petang Nabi ﷺ; riwayat seribu kali dinilai munkar.
  • “La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah ...” sepuluh kali (HR. Muslim no. 2693). Yang membacanya seratus kali sehari mendapat pahala seperti memerdekakan sepuluh budak dan terlindung dari setan hingga sore (HR. Al-Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691).

Dalil pokok

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

“Maka bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.”

QS. Qaf: 39

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

HR. Al-Bukhari no. 6306

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dengan nama Allah, yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

HR. Abu Dawud no. 5088 dan At-Tirmidzi no. 3388

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai Nabiku.”

HR. Abu Dawud no. 5072 dan At-Tirmidzi no. 3389

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.”

HR. Muslim no. 2709

Kesalahan yang sering terjadi

  • Meninggalkan seluruhnya karena merasa tidak sanggup membaca semua. Membaca sebagian pun boleh; mulailah dari yang pendek.
  • Mengamalkan bilangan yang tidak berdasar, seperti tasbih seribu kali dengan bersandar pada riwayat dha’if.
  • Menunda tanpa udzur sampai siang atau malam. Waktu utamanya setelah Subuh dan setelah Ashar.
  • Memakai buku atau aplikasi yang tidak menyebut derajat hadits. Pilih bacaan yang jelas riwayatnya.

Rujukan

  • Hisnul Muslim, Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani.
  • Al-Wabil Ash-Shayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah.
  • Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Shalihin, Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali.

Sumber rangkuman

Pertanyaan pemahaman

Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.

  1. Kapan waktu dzikir pagi dan petang?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Pagi setelah Subuh hingga terbit matahari dan petang setelah Ashar hingga terbenam matahari; yang berudzur boleh membacanya setelah itu.

  2. Apakah dzikir pagi dan petang harus dibaca seluruhnya dan berurutan?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Tidak, membaca sebagian pun dibolehkan.

  3. Berapa kali Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas dibaca pada pagi dan petang?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Masing-masing tiga kali (HR. Abu Dawud no. 5082 dan At-Tirmidzi no. 3575).

  4. Mengapa tasbih seribu kali pada pagi dan petang tidak diamalkan?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Karena riwayatnya dha’if dan munkar; bilangan terbanyak yang shahih adalah seratus kali.

Bagikan ke WhatsApp

Tanya tentang modul ini

AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.

Bacaan lanjutan

Cari pembahasan lain tentang “dzikir pagi petang” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.