Lewati ke isi

Modul 47 dari 68

Keutamaan Dzikir dan Doa Harian

الأذكار والأدعية

Keutamaan dzikir, dzikir sebagai sebab penjagaan dengan izin Allah, dan pembiasaan doa harian yang shahih.

Rujukan utama: Hisnul Muslim, Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani; Fiqh Al-Ad’iyah wal Adzkar, Syaikh ‘Abdurrazzaq Al-Badr; Al-Wabil Ash-Shayyib, Ibnul Qayyim

Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.

Tujuan belajar

Peserta memahami keutamaan dzikir, menempatkan dzikir sebagai sebab penjagaan yang bergantung pada izin Allah (bukan jimat), mampu menilai riwayat keutamaan dzikir sebelum menyebarkannya, dan membiasakan dzikir serta doa harian yang shahih.

Poin materi

  • Perintah berdzikir. Allah memerintahkan orang beriman berdzikir sebanyak-banyaknya dan bertasbih pagi dan petang (QS. Al-Ahzab: 41-42). Lawan dari dzikir adalah lalai, dan Allah melarang hamba-Nya termasuk golongan yang lalai (QS. Al-A’raf: 205).
  • Majelis dzikir pagi dan petang. Nabi ﷺ menyatakan bahwa duduk bersama orang-orang yang berdzikir dari shalat Subuh sampai terbit matahari, dan dari shalat Ashar sampai terbenam matahari, lebih beliau cintai daripada memerdekakan empat budak dari keturunan Isma’il (HR. Abu Dawud no. 3667, dinilai hasan).
  • Dzikir sebagai sebab penjagaan. Ada dzikir yang secara khusus disebutkan menjaga pembacanya, misalnya “Bismillahilladzi la yadhurru ...” tiga kali pada pagi dan petang (HR. Abu Dawud no. 5088 dan At-Tirmidzi no. 3388), doa perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna pada sore hari (HR. Muslim no. 2709), serta membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas tiga kali (HR. Abu Dawud no. 5082 dan At-Tirmidzi no. 3575). Lafaz lengkapnya ada di bab Dzikir Pagi dan Petang.
  • Pelajaran dari Aban bin ‘Utsman. Perawi hadits “Bismillahilladzi ...” terkena lumpuh, lalu menjelaskan bahwa pada hari itu ia sedang marah sehingga lupa membacanya. Al-Qurthubi juga menceritakan bahwa ia tersengat kalajengking pada malam ketika ia lupa membaca dzikir tersebut. Pelajarannya: jagalah dzikir setiap hari, termasuk ketika sibuk atau marah.
  • Penjagaan tetap di tangan Allah. Dzikir-dzikir ini menjadi sebab terjaganya seorang Muslim dengan izin Allah, tetapi bukan jaminan yang pasti seperti jimat. Bila seseorang tetap tertimpa musibah padahal ia rajin berdzikir, itu terjadi dengan takdir Allah yang penuh hikmah. Allah menugaskan malaikat penjaga bagi setiap manusia, dan penjagaan itu berjalan menurut ketetapan-Nya (QS. Ar-Ra’d: 11).
  • Dzikir tidak diwakilkan untuk orang hidup. Membaca dzikir pagi dan petang dengan niat menggantikan orang tua atau saudara yang masih hidup tidak sah dan tidak mencukupi mereka, karena tidak ada dalil yang membolehkannya. Setiap orang hendaknya membaca untuk dirinya sendiri.
  • Periksa riwayat keutamaan. Kisah rumah Abu Darda’ yang selamat dari kebakaran karena membaca sebuah doa diriwayatkan dengan sanad yang sangat lemah: Ibnul Jauzi menyatakan tidak tetap, dan Syaikh Al-Albani menilainya sangat lemah (Silsilah Adh-Dha’ifah no. 6420). Keutamaan amalan hanya diambil dari riwayat yang shahih.
  • Dzikir menguatkan hati dan badan. Ibnul Qayyim menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah duduk berdzikir setelah Subuh hingga siang dan berkata bahwa bila ia tidak melakukannya, kekuatannya hilang (Al-Wabil Ash-Shayyib).
  • Doa harian. Biasakan doa yang ada riwayatnya ketika bangun tidur, keluar dan masuk rumah, makan, safar, dan tidur, dengan merujuk kitab yang menyebutkan derajat haditsnya seperti Hisnul Muslim. Pemula boleh membaca dari buku dan lambat laun akan hafal karena diulang setiap hari.
  • Peta bab berikutnya. Lihat bab Dzikir Pagi dan Petang, bab Dzikir Setelah Shalat, dan bab Adab Berdoa.
  • Kaitan dengan Cek Amalan: dzikir berjamaah dengan satu suara selepas shalat fardhu.

Dalil pokok

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.”

QS. Al-Ahzab: 41

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.”

QS. Al-A’raf: 205

لأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ الله تَعَالَى مِنْ صَلاةِ الغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إَسْمَاعِيلَ، وَلأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ الله مِنْ صَلاةِ العَصْرِ إلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إليَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً

“Sungguh, aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala dari shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang dari keturunan Isma’il. Dan aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah dari shalat Ashar hingga terbenam matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak.”

HR. Abu Dawud no. 3667

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menganggap dzikir seperti jimat yang pasti menolak musibah. Dzikir adalah sebab, sedangkan hasilnya kembali kepada kehendak Allah. Bila musibah tetap datang, seorang Muslim bersabar dan tidak menyalahkan dzikirnya.
  • Membacakan dzikir untuk mewakili keluarga yang masih hidup. Tidak ada dalilnya; ajaklah mereka membaca sendiri.
  • Menyebarkan keutamaan dzikir dari kisah yang tidak jelas sanadnya, seperti kisah rumah Abu Darda’ di atas.

Rujukan

  • Hisnul Muslim, Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani.
  • Fiqh Al-Ad’iyah wal Adzkar, Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr.
  • Al-Wabil Ash-Shayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah.
  • Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah, bab dzikir dan doa.

Sumber rangkuman

Pertanyaan pemahaman

Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.

  1. Apa keutamaan duduk berdzikir setelah Subuh hingga terbit matahari?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Lebih dicintai Nabi ﷺ daripada memerdekakan empat budak dari keturunan Isma’il (HR. Abu Dawud no. 3667).

  2. Mengapa dzikir disebut sebab penjagaan, bukan jimat?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Karena perlindungan datang dengan izin Allah; bila musibah tetap terjadi, itu takdir Allah yang penuh hikmah.

  3. Bolehkah membaca dzikir pagi dan petang untuk mewakili orang tua yang masih hidup?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Tidak, karena tidak ada dalil yang membolehkan dzikir diwakilkan untuk orang yang masih hidup.

  4. Bagaimana sikap terhadap kisah rumah Abu Darda’ yang tidak terbakar?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Riwayatnya sangat lemah, sehingga tidak dijadikan sandaran keutamaan.

Bagikan ke WhatsApp

Tanya tentang modul ini

AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.

Bacaan lanjutan

Cari pembahasan lain tentang “dzikir” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.