Mengkhususkan shalat dan puasa pada malam Nisfu Sya’ban
Kesimpulan Tidak dicontohkan Nabi ﷺ
Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.
Ringkasan
Tidak ada dalil shahih yang mengkhususkan shalat tertentu pada malam Nisfu Sya’ban atau puasa khusus pada siangnya. Hadits-hadits tentang tata cara ibadah khusus malam itu dinilai lemah atau palsu oleh para ulama rujukan. Memperbanyak puasa di bulan Sya’ban secara umum tetap sunnah.
Dalil
Nabi ﷺ paling banyak berpuasa sunnah di bulan Sya’ban: HR. Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156, dari ‘Aisyah.
Penjelasan ulama
Al-Lajnah Ad-Da’imah: hadits-hadits shahih menyebutkan banyaknya puasa Nabi ﷺ di bulan Sya’ban tanpa mengkhususkan hari tertentu. Adapun hadits tentang keutamaan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan berpuasa pada siangnya, tidak ada satu pun yang shahih menurut para peneliti hadits; karena itu mereka mengingkari shalat malam itu dan pengkhususan siangnya dengan puasa, serta menyatakannya bid’ah. Sumber: Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah (Majmu’ah Ula), jilid 3, hlm. 61-62, no. fatwa 884 (Al-Maktabah Asy-Syamilah).
Syaikh Shalih Al-Fauzan: tidak ada dalil yang dapat dipegang tentang shalat malam Nisfu Sya’ban maupun puasa tanggal 15 Sya’ban, dan hadits-hadits tentangnya lemah, sehingga mengkhususkan keduanya adalah bid’ah. Orang yang terbiasa shalat malam, puasa ayyamul bidh, puasa Senin dan Kamis, atau banyak berpuasa di bulan Sya’ban tetap mengerjakannya seperti biasa, tanpa mengkhususkan hari itu. Sumber: Majmu’ Fatawa Fadhilah Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan, juz 2, hlm. 694-695 (Al-Maktabah Asy-Syamilah).
Artikel pendamping: Meninjau Ritual Malam Nishfu Sya’ban, Rumaysho.com; Hukum Upacara Peringatan Malam Nisfi Sya’ban, Almanhaj.or.id.
Pendapat lain dan jawabannya
Pendapat: ada hadits tentang Allah mengampuni hamba-Nya pada malam pertengahan Sya’ban kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan; sebagian ulama menilainya shahih karena banyak jalurnya.
Jawaban: sekalipun keutamaan malam itu diterima sebagian ulama, hadits tersebut tidak menyebutkan shalat khusus, bacaan khusus, atau puasa khusus. Yang dituntut adalah menjauhi syirik dan permusuhan.
Yang sesuai sunnah
- Memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban tanpa mengkhususkan tanggal 15.
- Shalat malam seperti biasa, tanpa tata cara khusus.
- Membersihkan diri dari syirik dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Tanya tentang amalan ini
AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.
Bacaan lanjutan
- Malam Nisfu Syaban dan Amalan Nisfu Syaban Rumaysho.com
- Di Malam Nisfu Syaban Baca Yasin Yuk! Rumaysho.com
- Apakah Dibolehkan Merayakan Malam Nisfu Sya’ban Almanhaj.or.id
- Amalan Sunnah dan Bid’ah di Bulan Sya’ban Almanhaj.or.id
Cari pembahasan lain tentang “Nisfu Sya’ban” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.