Lewati ke isi

Melafazkan niat sebelum takbiratul ihram

Kesimpulan Tidak dicontohkan Nabi ﷺ

Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.

Ringkasan

Niat adalah amalan hati. Tidak ada riwayat bahwa Nabi ﷺ atau para sahabat mengucapkan lafaz niat seperti “ushalli…” sebelum shalat; beliau memulai shalat langsung dengan takbir. Para ulama rujukan situs ini menjelaskan bahwa melafazkan niat shalat tidak ada dasarnya.

Dalil

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang ia niatkan.”

HR. Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَفْتِحُ الصَّلَاةَ بِالتَّكْبِيرِ

“Rasulullah ﷺ membuka shalat dengan takbir.”

HR. Muslim no. 498, dari ‘Aisyah

Penjelasan ulama

Al-Lajnah Ad-Da’imah: niat tempatnya di hati, dan melafazkannya termasuk perkara baru dalam agama. Sumber: Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah (Majmu’ah Ula), jilid 6, hlm. 324, no. fatwa 5166 (Al-Maktabah Asy-Syamilah).

Syaikh Shalih Al-Fauzan: niat tempatnya di hati dan tidak dilafazkan; melafazkan niat untuk shalat dan ibadah lainnya adalah bid’ah karena tidak ada dalilnya dari Nabi ﷺ maupun para sahabat. Yang disebutkan para ulama hanya dua tempat: ketika ihram (misalnya “aku berniat ihram untuk ...”) dan ketika menyembelih hadyu atau hewan kurban (“Ya Allah, ini dari si fulan” atau “dariku”). Sumber: Majmu’ Fatawa Fadhilah Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan, juz 1, hlm. 238 (Al-Maktabah Asy-Syamilah).

Artikel pendamping: Hukum Melafadzkan Niat (Usholli, Nawaitu …), Rumaysho.com; Melafazkan Niat Shalat, Almanhaj.or.id.

Pendapat lain dan jawabannya

Pendapat: sebagian ulama madzhab Syafi’i generasi belakangan menganjurkan melafazkan niat dengan lirih untuk membantu hati menghadirkan niat.

Jawaban: ibadah dibangun di atas contoh Nabi ﷺ. Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad menjelaskan bahwa anjuran ini muncul dari salah paham terhadap ucapan Imam Asy-Syafi’i tentang “ucapan” di awal shalat, padahal yang beliau maksud adalah takbiratul ihram.

Yang sesuai sunnah

  1. Hadirkan niat di hati untuk shalat yang akan dikerjakan.
  2. Berdiri menghadap kiblat dengan tenang.
  3. Ucapkan takbir “Allahu akbar” sambil mengangkat kedua tangan, lalu lanjutkan shalat.

Tanya tentang amalan ini

AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.

Bacaan lanjutan

Cari pembahasan lain tentang “Niat shalat” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.