Lewati ke isi

Mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan atau hari raya

Kesimpulan Tidak dicontohkan Nabi ﷺ

Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.

Ringkasan

Ziarah kubur disunnahkan kapan saja untuk mendoakan mayit dan mengingat akhirat. Yang tidak ada dalilnya adalah meyakini waktu tertentu, seperti akhir Sya’ban atau pagi hari raya, memiliki keutamaan khusus untuk berziarah, beserta acara yang menyertainya.

Dalil

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah.”

HR. Muslim no. 977

Perintah ini bersifat umum dan tidak menyebutkan waktu khusus.

Penjelasan ulama

Al-Lajnah Ad-Da’imah: mengkhususkan ziarah kubur pada hari-hari raya adalah bid’ah, baik dilakukan laki-laki maupun perempuan. Membagikan makanan dan buah-buahan di kuburan juga bid’ah, demikian pula membaca Al-Qur’an di atas kubur dan mengambil upah atasnya. Sumber: Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah (Majmu’ah Ula), jilid 9, hlm. 109, no. fatwa 6167 (Al-Maktabah Asy-Syamilah).

Syaikh Shalih Al-Fauzan: ziarah kubur disyariatkan pada semua hari, tidak khusus pada hari Jumat atau hari raya. Ziarah yang disyariatkan bertujuan mengambil pelajaran, bertaubat, dan mengingat kematian, serta memberi manfaat kepada mayit dengan doa dan istighfar; adapun anggapan bahwa ruh mayit kembali pada dua hari itu tidak ada keterangan yang sah dari Nabi ﷺ. Sumber: Majmu’ Fatawa Fadhilah Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan, juz 2, hlm. 624 (Al-Maktabah Asy-Syamilah).

Artikel pendamping: Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Rumaysho.com; Ziarah Kubur Menjelang atau Akhir Ramadhan, Almanhaj.or.id; 8 Kemungkaran di Hari Raya, Rumaysho.com.

Pendapat lain dan jawabannya

Pendapat: ini hanya kebiasaan, karena keluarga baru bisa berkumpul menjelang Ramadhan atau saat mudik.

Jawaban: yang dikritik para ulama adalah meyakini waktu itu sebagai waktu khusus ziarah dan acara yang menyertainya. Bila seseorang berziarah semata-mata karena baru sempat pulang tanpa keyakinan tersebut, rinciannya sebaiknya ditanyakan kepada ustadz.

Yang sesuai sunnah

  1. Berziarah kapan saja ada kesempatan, tanpa mengkhususkan waktu.
  2. Mengucapkan salam dan doa ziarah yang diajarkan Nabi ﷺ.
  3. Mendoakan mayit dan mengambil pelajaran tentang kematian.

Tanya tentang amalan ini

AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.

Bacaan lanjutan

Cari pembahasan lain tentang “Ziarah menjelang Ramadhan” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.