Modul 24 dari 68
Amalan yang ada tuntunannya dan yang tidak berdalil di bulan Muharram, Rabi’ul Awwal, Rajab, dan Sya’ban.
Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.
Tujuan belajar
Peserta mengenal kedudukan bulan-bulan Hijriyah, terutama empat bulan haram, dan mampu membedakan amalan yang ada tuntunannya dengan amalan yang tidak berdalil pada bulan Muharram, Rabi’ul Awwal, Rajab, dan Sya’ban.
Poin materi
Prinsip umum
- Dalam setahun ada dua belas bulan, empat di antaranya bulan haram: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab (HR. Al-Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679). Menurut Ibnu ‘Abbas, maksiat di bulan-bulan itu lebih besar dosanya dan amal shalih lebih besar pahalanya.
- Keutamaan suatu waktu dan amalan khusus di dalamnya ditetapkan dengan dalil. Peristiwa besar pada suatu tanggal tidak otomatis menjadikannya hari ibadah atau hari raya. Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa perayaan malam maulid dan malam Isra’ Mi’raj tidak pernah dikerjakan salaf.
Muharram
- Sunnah: memperbanyak puasa. Puasa hari Asyura (10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu, dan disunnahkan pula puasa tanggal 9 agar berbeda dengan kebiasaan Yahudi.
- Tidak berdalil: menjadikan hari Asyura hari ratapan, atau hari bergembira dengan hidangan khusus. Tuntunannya hanyalah puasa.
Rabi’ul Awwal
- Tanggal kelahiran Nabi ﷺ tidak diketahui pasti; sebagian ulama kontemporer menguatkan tanggal 9, bukan 12. Peringatan maulid tidak dikerjakan Nabi ﷺ, para sahabat, maupun tiga generasi terbaik. Syaikh Al-‘Utsaimin menjelaskan bahwa memuliakan Nabi ﷺ adalah ibadah, sehingga harus dengan cara yang disyariatkan.
- Sunnah: Nabi ﷺ berpuasa setiap hari Senin dan menyebutnya sebagai hari kelahiran beliau. Rincian ada di Cek Amalan “Peringatan Maulid Nabi ﷺ”.
Rajab
- Sunnah: boleh berpuasa pada hari apa saja di bulan Rajab, sebagaimana di bulan haram lainnya, tanpa mengkhususkan tanggal tertentu.
- Tidak berdalil: pesan berantai tentang puasa tanggal 1 sampai 7 Rajab, serta shalat atau dzikir khusus pada malam-malamnya. Ibnul Qayyim menyebut hadits-hadits tentang puasa Rajab dan shalat pada sebagian malamnya sebagai dusta. Menyendirikan puasa sebulan penuh hanya di bulan Rajab juga dilarang karena termasuk syiar jahiliyah.
- Isra’ Mi’raj: ulama berselisih tentang waktunya. Ibnu Taimiyah menegaskan tidak ada dalil tegas tentang bulan maupun tanggalnya, dan para sahabat tidak mengkhususkan malam itu. Rincian ada di Cek Amalan “Perayaan malam Isra’ Mi’raj”.
Sya’ban
- Sya’ban terletak di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadhan.
- Sunnah: memperbanyak puasa, karena di bulan ini amal diangkat kepada Allah (HR. An-Nasa’i no. 2359, dinilai hasan oleh Al-Hafizh Abu Thahir); segera melunasi utang puasa Ramadhan, sebagaimana ‘Aisyah mengqadha’ puasanya di bulan Sya’ban (HR. Al-Bukhari no. 1950 dan Muslim no. 1146); dan memperbanyak membaca Al-Qur’an.
- Malam nisfu Sya’ban: hadits keutamaannya dilemahkan kebanyakan ulama dan dishahihkan sebagian. Kalaupun diterima, hadits itu tidak menyebutkan shalat, bacaan Yasin, doa bersama, atau hidangan khusus.
- Pegangan bab ini: Al-Lajnah Ad-Da’imah menyatakan tidak boleh merayakan malam nisfu Sya’ban, malam Isra’ Mi’raj, dan maulid, karena tidak bersumber dari Nabi ﷺ maupun para sahabat. Syaikh Al-‘Utsaimin menambahkan bahwa sebagian tabi’in menghidupkan malam itu dengan shalat dan dzikir, bukan dengan makanan dan perayaan.
- Ibnu Taimiyah tidak mengingkari orang yang shalat malam sendirian pada malam itu karena ada contohnya dari sebagian salaf; yang beliau sebut bid’ah adalah berkumpul untuk shalat dengan bilangan tertentu. Perbedaan ini disikapi dengan lapang, dan pegangan kita tetap tidak mengkhususkan malam itu. Allah turun ke langit dunia setiap malam, bukan hanya malam nisfu Sya’ban.
- Amalan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dibahas di bab Puasa Ramadhan dan bab Puasa Sunnah.
Dalil pokok
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian di bulan-bulan itu.”
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدتُ فِيهِ، وَيَومٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ
“Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus (atau diturunkan wahyu kepadaku).”
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa sebulan penuh selain Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban.”
Puasa hari Asyura “menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Kesalahan yang sering terjadi
- Menyebarkan pesan berantai tentang keutamaan amalan pada tanggal tertentu di bulan Rajab dan Sya’ban tanpa memeriksa haditsnya.
- Ramai berkumpul pada malam nisfu Sya’ban dengan bacaan dan doa khusus, sementara puasa Sya’ban yang jelas sunnahnya ditinggalkan.
- Semangat memperingati malam Isra’ Mi’raj tetapi lalai menjaga shalat lima waktu, padahal shalat itulah yang diwajibkan pada peristiwa tersebut.
- Menjadikan hari Asyura sebagai hari ratapan atau hari pesta, padahal tuntunannya adalah puasa.
Rujukan
- Lathaif Al-Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hanbali.
- Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah, 2/257-258 (perayaan malam nisfu Sya’ban, Isra’ Mi’raj, dan maulid), sebagaimana dinukil Almanhaj.or.id.
- Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, jilid 2 hlm. 298-300 (maulid).
Sumber rangkuman
- Hari Asyura Antara Sunnah dan Bid’ah, Almanhaj.or.id
- Puasa Sunnah, Almanhaj.or.id
- Hukum Memperingati Maulid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Almanhaj.or.id
- Khutbah Jumat: Bulan Rajab antara Sunnah dan Bid’ah, Rumaysho.com
- Perayaan Isra Miraj 27 Rajab dalam Tinjauan, Rumaysho.com
- Amalan Sunnah dan Bid’ah di Bulan Sya’ban, Almanhaj.or.id
- Malam Nisfu Syaban dan Amalan Nisfu Syaban, Rumaysho.com
- Apakah Dibolehkan Merayakan Malam Nisfu Sya’ban, Almanhaj.or.id
Pertanyaan pemahaman
Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.
-
Sebutkan empat bulan haram.
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
-
Apa amalan yang dituntunkan pada hari Asyura?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Berpuasa, disertai puasa tanggal 9 agar berbeda dengan kebiasaan Yahudi.
-
Amalan apa yang dikerjakan Nabi ﷺ pada hari kelahiran beliau setiap pekan?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Berpuasa pada hari Senin.
-
Apakah ada shalat atau puasa khusus pada tanggal tertentu di bulan Rajab?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Tidak ada hadits shahih tentangnya; puasa di bulan Rajab boleh tanpa mengkhususkan tanggal.
-
Apa amalan yang jelas sunnahnya di bulan Sya’ban?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Memperbanyak puasa, melunasi utang puasa Ramadhan, dan memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Tanya tentang modul ini
AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.
Bacaan lanjutan
- PUASA SYAWAAL SEBELUM MENGQODO PUASA RAMADHAN Firanda.com
- NATALAN ADALAH BID’AH DHOLALAH (Menurut Sebagian Umat Kristen) Firanda.com
Cari pembahasan lain tentang “rajab syaban” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.