Modul 4 dari 68
Membedakan tauhid dan syirik sebagaimana dijelaskan Al-Qur’an, termasuk syirik yang dibungkus alasan perantara.
Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.
Tujuan belajar
Peserta memahami bahwa mengakui Allah sebagai Pencipta saja belum cukup, mengenali bentuk syirik yang sering dibungkus alasan “perantara” atau “sekadar mendekatkan diri”, dan mampu menjelaskannya dengan dalil.
Poin materi
Pengantar
- Al-Qawa’id Al-Arba’ adalah risalah pendek Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab tentang empat kaidah untuk mengenali syirik yang dahulu diperangi Nabi ﷺ, agar tidak terulang dengan nama dan alasan baru.
- Syirik adalah lawan tauhid. Mengenal syirik dengan baik membuat makna tauhid semakin jelas.
Empat kaidah
- Kaidah 1: orang musyrik di zaman Nabi ﷺ mengakui Allah sebagai Pencipta dan Pengatur. Bila ditanya siapa yang menciptakan langit dan bumi, mereka menjawab “Allah” (QS. Luqman: 25). Namun pengakuan itu tidak memasukkan mereka ke dalam Islam, karena mereka tetap menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya.
- Kaidah 2: mereka beralasan tidak menyembah sesembahan itu kecuali agar didekatkan kepada Allah dan diberi syafaat (QS. Az-Zumar: 3; QS. Yunus: 18). Alasan “perantara” tidak mengubah hakikat perbuatan: doa dan permohonan kepada selain Allah tetap ibadah kepada selain Allah.
- Kaidah 3: Nabi ﷺ memerangi semua bentuk sesembahan tanpa membedakan, baik malaikat, nabi, orang shalih, pohon, batu, matahari, maupun bulan. Banyak sesembahan kaum jahiliyah ternyata orang-orang shalih, padahal orang-orang shalih itu sendiri mencari jalan mendekat kepada Allah, mengharap rahmat-Nya, dan takut azab-Nya (QS. Al-Isra’: 57).
- Kaidah 4: sebagian kesyirikan di zaman belakangan lebih berat daripada syirik orang dahulu. Kaum musyrikin dahulu memurnikan doa kepada Allah ketika terancam bahaya di lautan dan kembali berbuat syirik setelah selamat (QS. Al-‘Ankabut: 65), sedangkan sebagian orang sekarang berbuat syirik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Pelajaran penting
- Kaum musyrikin Arab memahami bahwa la ilaha illallah menuntut berlepas diri dari semua sesembahan selain Allah, karena itu mereka menolak mengucapkannya. Sebaliknya, banyak orang sekarang mengucapkannya tetapi mengartikannya hanya “tidak ada pencipta selain Allah”, sehingga tidak merasa salah ketika berdoa kepada selain-Nya.
- Allah menyatakan batilnya sesembahan selain Dia karena dua alasan: sesembahan itu tidak mampu mencipta, memberi manfaat, atau menolak mudarat; dan siapa yang mengakui rububiyah semestinya hanya menyembah Allah.
- Pembahasan tentang tawassul yang benar dan yang terlarang ada di bab Tawassul.
Dalil pokok
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
“Dan sungguh jika engkau tanyakan kepada mereka: siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Tentu mereka menjawab: Allah.”
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ
“Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah sedekat-dekatnya.”
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللَّهِ
“Mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan mudarat maupun manfaat, dan mereka berkata: mereka ini pemberi syafaat kami di sisi Allah.”
أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat, mengharapkan rahmat-Nya, dan takut akan azab-Nya.”
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengira syirik hanya menyembah patung atau batu. Koreksi: berdoa dan meminta kepada orang shalih yang sudah wafat juga syirik, sebagaimana banyak sesembahan jahiliyah berupa orang shalih.
- Beralasan “saya tidak menyembah, hanya meminta perantara”. Koreksi: alasan inilah yang dipakai kaum musyrikin dalam QS. Az-Zumar: 3.
- Merasa cukup bertauhid karena meyakini Allah satu-satunya Pencipta. Koreksi: tauhid yang menyelamatkan adalah memurnikan seluruh ibadah hanya untuk Allah.
Rujukan
- Al-Qawa’id Al-Arba’, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.
- Syarh Al-Qawa’id Al-Arba’, Syaikh Shalih Al-Fauzan.
- At-Tauhid Awwalan Ya Du’atal Islam, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
Sumber rangkuman
- Kaum Muslimin Sekarang Tidak Memahami Makna Laa Ilahaa Illallah, Almanhaj.or.id
- Tauhid, Keutamaan dan Macam-macamnya, Almanhaj.or.id
- Penjelasan Kitab Tauhid BAB 6 – MAKNA TAUHID DAN SYAHADAT LA ILAHA ILLALLAH, Firanda.com
- Tsalatsatul Ushul: Penjelasan Ringkas Rukun Islam dan Rukun Iman, Rumaysho.com
Pertanyaan pemahaman
Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.
-
Apakah mengakui Allah sebagai Pencipta sudah cukup?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Belum; harus disertai beribadah hanya kepada Allah.
-
Apa alasan kaum musyrikin menyembah selain Allah?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Agar didekatkan kepada Allah dan mendapat syafaat (QS. Az-Zumar: 3).
-
Siapa saja yang disembah kaum musyrikin di zaman Nabi ﷺ?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Malaikat, nabi, orang shalih, pohon, batu, matahari, dan bulan.
-
Mengapa syirik sebagian orang sekarang bisa lebih berat?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Karena dilakukan dalam keadaan lapang maupun sempit, sedangkan kaum musyrikin dahulu memurnikan doa ketika dalam bahaya.
Tanya tentang modul ini
AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.
Bacaan lanjutan
- Tauhid Al-Asma’ Wash Shifat, Kaidah Sifat-Sifat Allah Jalla Jalaluhu Almanhaj.or.id
- Kaidah Jual Beli yang Mendukung Maksiat Rumaysho.com
- Penjelasan Kitab Tauhid BAB 7 – Syirik Memakai Gelang Jimat Untuk Menangkal Bencana Firanda.com
- Penjelasan Kitab Tauhid BAB 2 – Keutamaan Tauhid dan Dosa-dosa yang Digugurkannya Firanda.com
Cari pembahasan lain tentang “empat kaidah” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.