Modul 2 dari 68
Tiga macam tauhid, keterkaitan di antaranya, dan keutamaan besar bagi orang yang mewujudkannya.
Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.
Tujuan belajar
Peserta mampu menyebutkan macam-macam tauhid beserta keterkaitannya, memahami keutamaan tauhid dengan dalilnya, dan menyadari bahwa keutamaan itu diraih dengan tauhid yang murni, bukan sekadar ucapan.
Poin materi
Pengertian dan macam-macam tauhid
- Tauhid adalah keyakinan bahwa Allah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, serta nama dan sifat-Nya.
- Tauhid rububiyah: meyakini hanya Allah yang menciptakan, memiliki, memberi rezeki, dan mengatur alam semesta.
- Tauhid uluhiyah (tauhid ibadah): mengesakan Allah dalam semua bentuk ibadah, seperti doa, shalat, takut, harap, tawakal, menyembelih, dan nadzar. Siapa yang memalingkan salah satunya kepada selain Allah telah berbuat syirik.
- Tauhid asma’ wa shifat: menetapkan nama dan sifat Allah sesuai dalil, tanpa menyerupakan dan tanpa menolak (lihat bab Tauhid Asma’ wa Shifat).
- Sebagian ulama meringkasnya menjadi dua: tauhid dalam pengenalan dan penetapan (rububiyah serta asma’ wa shifat), dan tauhid dalam tujuan dan permohonan (uluhiyah).
Keterkaitan antarmacam tauhid
- Pengakuan terhadap rububiyah mengharuskan uluhiyah. Siapa yang meyakini hanya Allah Pencipta dan Pemberi rezeki, semestinya hanya berdoa, meminta tolong, dan bertawakal kepada-Nya.
- Mengakui rububiyah saja tidak cukup. Iblis dan kaum musyrikin pun mengakuinya, tetapi itu tidak bermanfaat bagi mereka (lihat bab Empat Kaidah).
- Tauhid tidak sempurna kecuali dengan beribadah hanya kepada Allah dan menjauhi thaghut, yaitu segala sesuatu yang disembah, diikuti, atau ditaati melampaui batas yang Allah tetapkan.
Keutamaan tauhid
- Rasa aman dan petunjuk. Kezaliman dalam QS. Al-An’am: 82 ditafsirkan Nabi ﷺ sebagai syirik. Semakin bersih seseorang dari syirik, semakin sempurna rasa aman dan petunjuk yang ia dapatkan.
- Penghapus dosa. Dalam hadits qudsi, orang yang menemui Allah tanpa syirik walau membawa dosa sepenuh bumi akan diberi ampunan sepenuh bumi pula. Ini bagi yang tauhidnya kuat, dan tetap di bawah kehendak Allah.
- Sebab masuk surga. Ahli tauhid yang wafat dengan membawa dosa mungkin diazab lebih dulu, tetapi tidak kekal di neraka; orang yang di hatinya ada iman seberat biji sawi akan dikeluarkan darinya.
- Kalimat yang paling berat. La ilaha illallah lebih berat daripada tujuh langit dan tujuh bumi dalam timbangan, sebagaimana wasiat Nabi Nuh kepada anaknya.
- Ketenangan dan kemerdekaan hati. Tauhid melapangkan dada, meringankan musibah, dan memerdekakan hati dari penghambaan kepada makhluk. Orang yang menyempurnakan tauhid dengan ikhlas dan tawakal masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.
- Semua keutamaan ini diraih dengan syaratnya: diucapkan dengan ilmu, ikhlas karena Allah, dan tidak dicampuri syirik. Orang munafik pun mengucapkannya, tetapi tidak ikhlas.
Dalil pokok
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.”
قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
“Allah Ta’ala berfirman: wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula.”
مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
“Siapa yang meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, ia masuk surga; dan siapa yang meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah, ia masuk neraka.”
Hadits ‘Ubadah bin Ash-Shamit tentang persaksian tauhid yang memasukkan ke surga: HR. Al-Bukhari no. 3435 dan Muslim no. 28. Hadits tentang dikeluarkannya orang yang memiliki iman seberat biji sawi dari neraka: HR. Al-Bukhari no. 22. Wasiat Nabi Nuh tentang beratnya la ilaha illallah: HR. Ahmad dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menyangka tauhid hanya berarti meyakini Allah sebagai Pencipta. Koreksi: inti dakwah para rasul adalah tauhid uluhiyah, yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah.
- Rajin mengucapkan la ilaha illallah sambil tetap melakukan praktik syirik. Koreksi: keutamaan kalimat tauhid hanya diraih oleh orang yang memahami maknanya dan menjauhi syirik.
- Menjadikan luasnya ampunan bagi ahli tauhid sebagai alasan meremehkan maksiat. Koreksi: dosa selain syirik tetap di bawah kehendak Allah; pelakunya bisa diazab sebelum masuk surga.
Rujukan
- Kitab At-Tauhid, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, bab Keutamaan Tauhid.
- I’anatul Mustafid bi Syarh Kitab At-Tauhid, Syaikh Shalih Al-Fauzan.
- Al-Qaulus Sadid fi Maqashidit Tauhid, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di.
Sumber rangkuman
- Keutamaan Tauhid, Almanhaj.or.id
- Keutamaan dan Keagungan Tauhid, Almanhaj.or.id
- Tauhid, Keutamaan dan Macam-macamnya, Almanhaj.or.id
- Penjelasan Kitab Tauhid BAB 2 – Keutamaan Tauhid dan Dosa-dosa yang Digugurkannya, Firanda.com
Pertanyaan pemahaman
Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.
-
Sebutkan tiga macam tauhid.
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Rububiyah, uluhiyah, serta asma’ wa shifat.
-
Mengapa mengakui Allah sebagai Pencipta saja belum cukup?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Karena kaum musyrikin dan iblis pun mengakuinya; yang dituntut adalah memurnikan ibadah hanya untuk Allah.
-
Apa makna kezaliman dalam QS. Al-An’am: 82?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Syirik, sebagaimana ditafsirkan oleh Nabi ﷺ.
-
Sebutkan dua keutamaan tauhid.
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Misalnya mendapat rasa aman dan petunjuk, serta menjadi sebab terhapusnya dosa dan masuk surga.
-
Apakah keutamaan tauhid diraih hanya dengan mengucapkan kalimatnya?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Tidak; harus disertai ilmu, ikhlas, dan menjauhi syirik.
Tanya tentang modul ini
AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.
Bacaan lanjutan
- Penjelasan Kitab Tauhid BAB 7 – Syirik Memakai Gelang Jimat Untuk Menangkal Bencana Firanda.com
- Penjelasan Kitab Tauhid BAB 6 – MAKNA TAUHID DAN SYAHADAT LA ILAHA ILLALLAH Firanda.com
Cari pembahasan lain tentang “keutamaan tauhid” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.