Modul 6 dari 68
Pengertian iman dan cakupan enam rukunnya: Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan takdir.
Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.
Tujuan belajar
Peserta memahami pengertian iman menurut Ahlus Sunnah dan mengenal hal-hal yang tercakup dalam masing-masing dari enam rukun iman.
Poin materi
Pengertian iman
- Iman adalah keyakinan dengan hati, ucapan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan; ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang: yang tertinggi ucapan la ilaha illallah, yang terendah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu termasuk cabang iman.
- Rukun iman adalah amalan hati yang wajib diyakini setiap Muslim, sedangkan rukun Islam adalah amalan lahir seperti syahadat, shalat, dan zakat.
Cakupan enam rukun
- Iman kepada Allah: mengimani wujud-Nya, rububiyah, uluhiyah, serta nama dan sifat-Nya. Wujud Allah ditunjukkan oleh fitrah, akal, syariat, dan bukti yang terindra seperti doa yang dikabulkan dan mukjizat para nabi.
- Iman kepada malaikat: makhluk gaib yang diciptakan dari cahaya, selalu taat kepada Allah, dan tidak makan serta minum. Kita mengimani nama yang kita ketahui, seperti Jibril (penyampai wahyu), Mikail (urusan hujan dan tumbuhan), Israfil (peniup sangkakala), Malik (penjaga neraka), serta Munkar dan Nakir (penanya di kubur), juga malaikat maut dan malaikat pencatat amal. Yang tidak diketahui namanya diimani secara global.
- Iman kepada kitab-kitab: meyakini kitab-kitab itu diturunkan dari sisi Allah, seperti Taurat, Injil, Zabur, Shuhuf Ibrahim, dan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kalam Allah, bukan makhluk; Allah menjaganya, dan ia menghapus syariat kitab-kitab sebelumnya.
- Iman kepada para rasul: mereka manusia pilihan yang jujur dan amanah, tidak memiliki sedikit pun sifat rububiyah atau uluhiyah. Rasul pertama adalah Nuh dan penutupnya Nabi Muhammad ﷺ. Dakwah mereka sama, yaitu tauhid, walaupun syariatnya berbeda. Tidak boleh membeda-bedakan dengan mengimani sebagian dan mengingkari sebagian.
- Iman kepada hari akhir: mencakup segala yang terjadi setelah kematian, yaitu pertanyaan dan nikmat atau azab kubur, tanda-tanda kiamat, tiupan sangkakala, kebangkitan, hisab, timbangan, catatan amal, telaga, shirath, syafaat, surga, dan neraka.
- Iman kepada takdir: meyakini empat tingkatannya, yaitu ilmu, penulisan, kehendak, dan penciptaan. Penjelasan lengkapnya di bab Iman kepada Takdir.
Buah iman
- Iman kepada Allah memurnikan ketergantungan hanya kepada-Nya. Iman kepada malaikat menumbuhkan pengagungan dan syukur kepada Allah. Iman kepada kitab dan rasul menunjukkan besarnya rahmat Allah yang membimbing manusia. Iman kepada hari akhir mendorong ketaatan dan menahan dari maksiat.
Dalil pokok
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
“Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk.”
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
“Bukanlah kebajikan itu menghadapkan wajah ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi.”
Kesalahan yang sering terjadi
- Menganggap iman cukup di hati tanpa amal. Koreksi: menurut Ahlus Sunnah, amal termasuk bagian iman, dan iman naik turun mengikuti ketaatan dan maksiat.
- Meyakini kitab-kitab terdahulu yang beredar sekarang masih murni seperti saat diturunkan. Koreksi: kita mengimani kitab aslinya dari Allah, sedangkan yang ada sekarang telah mengalami perubahan; Al-Qur’an menjadi penghapus dan penjaganya.
- Menetapkan nama-nama malaikat tertentu tanpa dalil. Sebagian ulama menjelaskan bahwa penamaan malaikat maut dengan “Izrail” tidak didukung dalil Al-Qur’an maupun hadits yang shahih; yang pasti adalah sebutan malaikat maut.
Rujukan
- Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah, Syaikh Shalih Al-Fauzan.
- Al-Irsyad ila Shahih Al-I’tiqad, Syaikh Shalih Al-Fauzan.
- Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.
- Syarh Tsalatsah Al-Ushul, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.
Sumber rangkuman
- Rukun-Rukun Iman, Almanhaj.or.id
- Mengenal Rukun Iman, Almanhaj.or.id
- Hadits Arbain #02: Cakupan Rukun Iman, Rumaysho.com
- Tsalatsatul Ushul: Penjelasan Ringkas Rukun Islam dan Rukun Iman, Rumaysho.com
Pertanyaan pemahaman
Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.
-
Sebutkan enam rukun iman.
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan takdir.
-
Apa pengertian iman menurut Ahlus Sunnah?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Keyakinan dengan hati, ucapan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan, yang bertambah dan berkurang.
-
Apa saja yang tercakup dalam iman kepada Allah?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Iman kepada wujud-Nya, rububiyah, uluhiyah, serta nama dan sifat-Nya.
-
Apa beda rukun iman dan rukun Islam?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Rukun iman adalah amalan hati, sedangkan rukun Islam adalah amalan lahir.
-
Apakah iman bisa bertambah dan berkurang?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Ya, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.
Tanya tentang modul ini
AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.
Bacaan lanjutan
- Safinatun Naja: Mukadimah, Rukun Islam, Rukun Iman, Syahadat Rumaysho.com
- Analogi Keliru Tentang Takdir yang Tersebar Di Masyarakat Firanda.com
- Ringkasan Hukum Sujud Sahwi Firanda.com
Cari pembahasan lain tentang “rukun iman” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.