Modul 14 dari 68
Berlebihan terhadap orang shalih sebagai pintu syirik, larangan beribadah di kuburan, dan cara memuliakan wali yang benar.
Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.
Tujuan belajar
Peserta memahami bahwa sikap berlebihan terhadap orang shalih adalah pintu utama syirik, mengetahui larangan-larangan seputar kuburan beserta dalilnya, dan mampu memuliakan orang shalih dengan cara yang benar.
Poin materi
Ghuluw, pintu syirik yang pertama
- Ghuluw adalah melampaui batas yang ditetapkan syariat, misalnya mengangkat orang shalih melebihi kedudukannya sebagai hamba Allah.
- Syirik pertama di muka bumi berawal dari ghuluw. Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr (QS. Nuh: 23) adalah orang-orang shalih dari kaum Nabi Nuh. Setelah mereka wafat, kaumnya berdiam di kubur mereka dan membuat patung-patung mereka, hingga akhirnya disembah.
- Nabi ﷺ melarang umatnya menyanjung beliau secara berlebihan sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa bin Maryam; cukup dikatakan hamba Allah dan Rasul-Nya. Beliau juga berdoa agar kubur beliau tidak dijadikan berhala yang disembah.
Larangan seputar kuburan
- Menjadikan kubur sebagai masjid, yaitu tempat shalat dan ibadah. Nabi ﷺ melaknat kaum Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid, dan lima hari sebelum wafat beliau melarang umatnya melakukan hal itu.
- Shalat di kuburan atau menghadap kuburan, serta duduk di atasnya. Imam Asy-Syafi’i membenci pengagungan makhluk hingga kuburannya dijadikan masjid, karena khawatir menimbulkan fitnah bagi orang itu dan orang sesudahnya.
- Membangun di atas kubur, mengapurnya, menulis di atasnya, atau menambahkan tanah dan bangunan. Yang disunnahkan hanya meninggikan kubur sekitar sejengkal sebagai tanda.
- Berdoa kepada penghuni kubur, beristighatsah, bernadzar, atau menyembelih untuknya, baik di kubur maupun di tempat lain. Semua itu ibadah yang hanya untuk Allah; memalingkannya kepada mayit adalah syirik besar. Nabi ﷺ melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.
- Orang yang telah wafat berada di alam barzakh dan tidak mengetahui perkara gaib. Ia bahkan tidak mengetahui siapa yang mendoakannya, walaupun doa yang dikabulkan bermanfaat baginya. Maka yang disyariatkan adalah mendoakan mayit, bukan meminta kepadanya.
Memuliakan orang shalih dengan benar
- Wali Allah adalah setiap mukmin yang bertakwa (QS. Yunus: 62-63), bukan hanya tokoh yang dikeramatkan. Cara memuliakan mereka adalah mencintai, mendoakan, dan meneladani amal mereka.
- Para sahabat tidak pernah berdoa di sisi kubur Nabi ﷺ untuk meminta hajat. Ibnu ‘Umar cukup mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ, Abu Bakar, dan ‘Umar, lalu pergi. Adab ziarah yang sesuai sunnah dibahas di bab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah.
Dalil pokok
لاَتَطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فإِنّمَا أَنَا عَبْدُهُ, فَقُوْلُوْا عَبْدُاللهِ وَرَسُوْلُهُ
“Janganlah kalian menyanjungku secara berlebihan sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa putra Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah: hamba Allah dan Rasul-Nya.”
لَا تَجْلِسُوا عَلَى الْقُبُورِ وَلَا تُصَلُّوا إِلَيْهَا
“Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan shalat menghadap kepadanya.”
نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُجَصَّصَ الْقُبُورُ وَأَنْ يُكْتَبَ عَلَيْهَا وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهَا وَأَنْ تُوطَأَ
“Nabi ﷺ melarang kuburan dikapur, ditulisi, dibangun, dan diinjak.”
Laknat atas kaum Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid: HR. Al-Bukhari dan Muslim. Laknat bagi orang yang menyembelih untuk selain Allah: HR. Muslim no. 1978.
Kesalahan yang sering terjadi
- Thawaf mengelilingi makam dan meminta hajat kepada penghuninya. Koreksi: thawaf dan doa adalah ibadah; memalingkannya kepada penghuni kubur adalah syirik besar.
- Menganggap shalat dan doa kepada Allah lebih afdhal bila dilakukan di sisi makam orang shalih. Koreksi: keyakinan ini termasuk syirik kecil dan sarana menuju syirik besar.
- Bernadzar atau menyembelih hewan di makam agar hajat terkabul. Koreksi: nadzar dan sembelihan hanya untuk Allah.
- Membangun kubah dan menghias makam secara berlebihan. Koreksi: Nabi ﷺ melarang membangun dan mengapur kubur.
Rujukan
- Kitab At-Tauhid, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, bab ghuluw terhadap orang shalih dan bab larangan beribadah di sisi kubur.
- I’anatul Mustafid bi Syarh Kitab At-Tauhid, Syaikh Shalih Al-Fauzan.
- Az-Ziyarah Al-Masyru’ah waz Ziyarah Al-Bid’iyyah, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz.
- Fatwa Dewan Fatwa: Apakah Orang yang Telah Meninggal Mengetahui Siapa yang Mendoakannya?
Sumber rangkuman
- Larangan Beribadah Di Kuburan, Almanhaj.or.id
- Ziarah Kubur Antara Sunnah dan Bid’ah, Almanhaj.or.id
- Ziarah Kubur yang Jauh dari Tuntunan Islam, Rumaysho.com
- Bimbingan Mengurus Jenazah(2), Almanhaj.or.id
- Apakah Orang yang Telah Meninggal Mengetahui Siapa yang Mendoakannya?, Dewan Fatwa
Pertanyaan pemahaman
Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.
-
Bagaimana awal mula syirik pada kaum Nabi Nuh?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Dari ghuluw terhadap orang-orang shalih, yaitu berdiam di kubur mereka dan membuat patung mereka hingga disembah.
-
Apa yang dimaksud menjadikan kubur sebagai masjid?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Menjadikannya tempat shalat dan ibadah, yang dilaknat oleh Nabi ﷺ.
-
Apa hukum berdoa dan menyembelih untuk penghuni kubur?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Syirik besar, karena doa dan sembelihan adalah ibadah yang hanya untuk Allah.
-
Apa yang disyariatkan terhadap orang yang sudah wafat?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Mendoakan dan memohonkan ampunan untuknya, bukan meminta kepadanya.
Tanya tentang modul ini
AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.
Bacaan lanjutan
- Indahnya Mengikuti Sunnah Almanhaj.or.id
- TAHLILAN ADALAH BID’AH MENURUT MADZHAB SYAFI’I Firanda.com
- Penjelasan Kitab Tauhid BAB 7 – Syirik Memakai Gelang Jimat Untuk Menangkal Bencana Firanda.com
- Penjelasan Kitab Tauhid BAB 6 – MAKNA TAUHID DAN SYAHADAT LA ILAHA ILLALLAH Firanda.com
Cari pembahasan lain tentang “kuburan” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.