Modul 3 dari 68
Mengenal Allah, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad ﷺ, bekal menjawab pertanyaan di alam kubur.
Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.
Tujuan belajar
Peserta mampu menjawab tiga pertanyaan yang akan ditanyakan kepada setiap orang di alam kubur: siapa Rabbmu, apa agamamu, dan siapa nabimu, beserta dalil dan konsekuensinya dalam kehidupan.
Poin materi
Mengapa risalah ini dipelajari lebih dulu
- Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Tiga Landasan Utama) adalah risalah ringkas karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab. Isinya mudah dipelajari, setiap masalah disertai dalil, dan disusun dengan metode tanya jawab.
- Ushul artinya pondasi atau akar, tempat bangunan lain berdiri, seperti akar pohon yang teguh dalam QS. Ibrahim: 24.
- Isinya adalah jawaban pertanyaan kubur. Yang mampu menjawabnya adalah orang yang mengilmui, mengamalkan, dan wafat di atas ketiga landasan ini, bukan sekadar menghafalnya.
Empat masalah yang wajib dipelajari
- Ilmu (mengenal Allah, Nabi-Nya, dan agama Islam dengan dalil), amal (menerapkan ilmu), dakwah (mengajak orang lain kepadanya), dan sabar (tabah menghadapi rintangan dalam ketiganya). Dalilnya surat Al-‘Ashr.
- Imam Asy-Syafi’i berkata bahwa seandainya Allah hanya menurunkan surat ini sebagai hujjah bagi makhluk-Nya, itu sudah cukup.
- Imam Al-Bukhari membuat bab “Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”, berdalil dengan QS. Muhammad: 19 yang memerintahkan ilmu sebelum istighfar.
Tiga perkara yang wajib diketahui dan diamalkan
- Allah yang menciptakan dan memberi rezeki, lalu mengutus seorang rasul; siapa menaatinya masuk surga dan siapa mendurhakainya masuk neraka (QS. Al-Muzzammil: 15-16).
- Allah tidak ridha disekutukan dalam ibadah dengan siapa pun, baik malaikat yang dekat maupun nabi yang diutus (QS. Al-Jinn: 18).
- Siapa yang menaati Rasul dan mentauhidkan Allah tidak boleh memberikan kecintaan dan loyalitas agama kepada orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, walaupun kerabat dekat (QS. Al-Mujadilah: 22). Ini berbeda dengan berbuat baik dalam urusan dunia (lihat bab Bermuamalah dengan Non-Muslim).
Tiga landasan
- Landasan pertama, mengenal Allah: mengenal keesaan, nama, dan sifat-Nya sebagaimana dalam Al-Qur’an dan sunnah, melalui ayat-ayat dan makhluk-Nya, sehingga beribadah di atas ilmu dan keyakinan. Macam-macam ibadah seperti doa, takut, harap, tawakal, dan menyembelih hanya untuk Allah.
- Landasan kedua, mengenal agama Islam dengan dalil: Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari syirik serta pelakunya. Islam memiliki tiga tingkatan, yaitu Islam, iman, dan ihsan, dan masing-masing punya rukun (lihat bab Rukun Iman).
- Landasan ketiga, mengenal Nabi Muhammad ﷺ: nasab, masa kenabian, dakwah tauhid di Makkah, hijrah, dan wafatnya. Beliau adalah penyampai syariat; kita tidak dapat beribadah kepada Allah dengan benar kecuali melalui syariat beliau.
Dalil pokok
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ
“Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akhirat.”
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan pertanyaan di alam kubur, ketika seorang Muslim bersaksi tentang tauhid dan kerasulan Muhammad ﷺ: HR. Al-Bukhari no. 4699 dan Muslim no. 2871. Hadits Jibril tentang Islam, iman, dan ihsan: HR. Muslim no. 8.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menghafal jawaban pertanyaan kubur tanpa mengamalkan isinya. Koreksi: yang diteguhkan Allah adalah orang yang hidup di atas tauhid, bukan sekadar yang hafal jawabannya.
- Berhenti pada ilmu tanpa amal, dakwah, dan sabar. Koreksi: surat Al-‘Ashr menyebut keempatnya sebagai jalan selamat dari kerugian.
- Beramal dan berdakwah tanpa ilmu. Koreksi: ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan.
Rujukan
- Al-Ushul Ats-Tsalatsah, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.
- Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah, Syaikh Shalih Al-Fauzan.
- Syarh Tsalatsah Al-Ushul, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.
- Hushul Al-Ma’mul bi Syarh Tsalatsah Al-Ushul, Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan.
Sumber rangkuman
- Tiga Landasan Utama, Almanhaj.or.id
- Tsalatsatul Ushul: Mengenal Tiga Landasan Utama, Rumaysho.com
- Tsalatsatul Ushul: Mengenal Tiga Landasan Utama (Mengenal Allah, Islam, Nabi Muhammad), Rumaysho.com
- Tsalatsatul Ushul: Penjelasan Ringkas Rukun Islam dan Rukun Iman, Rumaysho.com
Pertanyaan pemahaman
Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.
-
Apa empat masalah yang wajib dipelajari?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Ilmu, amal, dakwah, dan sabar.
-
Apa tiga landasan utama yang wajib diketahui setiap Muslim?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Mengenal Allah, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad ﷺ.
-
Apa tiga tingkatan agama?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Tingkatan Islam, iman, dan ihsan.
-
Mengapa ilmu didahulukan sebelum amal?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Karena Allah memerintahkan ilmu terlebih dahulu dalam QS. Muhammad: 19, sebelum ucapan dan perbuatan.
-
Dengan apa kita mengenal Allah?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Dengan ayat-ayat dan makhluk-makhluk-Nya, serta nama dan sifat-Nya yang disebut dalam dalil.
Tanya tentang modul ini
AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.
Bacaan lanjutan
- Tiga Landasan Utama Manhaj Salaf Almanhaj.or.id
- Hukum Batasan Suami Tidak Memberikan Nafkah Batin Kepada Istri Dewan Fatwa
Cari pembahasan lain tentang “tiga landasan utama” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.