Modul 28 dari 68Thaharah, bagian 3 dari 5
Sebab-sebab mandi wajib, tata cara mandi yang sah dan sempurna, mandi yang disunnahkan, serta hukum menunda mandi.
Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.
Tujuan belajar
Peserta mampu mengenali sebab-sebab yang mewajibkan mandi, melakukan mandi wajib dengan cara yang sah, membedakannya dengan mandi yang disunnahkan, serta mengetahui keringanan syariat bagi orang yang berhalangan memakai air.
Poin materi
Pengertian
- Al-ghuslu secara bahasa berarti mengalirkan air pada sesuatu. Secara syariat, mandi adalah mengalirkan air ke seluruh badan dengan niat tertentu. Mandi wajib disebut juga thaharah kubra (bersuci besar).
Sebab-sebab mandi wajib
- Keluarnya mani, baik karena hubungan suami istri maupun selainnya, dalam keadaan sadar atau tidur. Ini disepakati ulama, sebagaimana sabda Nabi ﷺ “air (mandi) itu karena air (mani)”.
- Bertemunya dua kemaluan (jima’), walaupun tidak keluar mani.
- Berhentinya darah haid dan nifas. Ini juga disepakati ulama (lihat bab Haid, Nifas, dan Istihadhah).
- Kematian selain syahid: jenazah wajib dimandikan (lihat bab Mengurus Jenazah).
- Orang kafir yang masuk Islam: madzhab Maliki dan Hanbali mewajibkan mandi, sedangkan madzhab Hanafi dan Syafi’i memandangnya sunnah kecuali ia dalam keadaan junub. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menilai lebih hati-hati bila ia mandi.
- Mimpi: orang yang bangun lalu mendapati basah (mani) wajib mandi walaupun tidak ingat mimpinya, sedangkan yang bermimpi tetapi tidak mendapati basah tidak wajib mandi. Al-Lajnah Ad-Da’imah berfatwa bahwa wanita yang bermimpi lalu keluar cairan tetap wajib mandi, baik cairan itu keluar di pakaian maupun di kamar mandi.
- Al-Lajnah juga berfatwa bahwa wanita yang memasukkan jari untuk membersihkan najis, atau diperiksa dokter dengan memasukkan tangan atau alat ke kemaluannya, tidak wajib mandi karena hal itu.
Tata cara mandi
- Kadar yang mencukupi adalah meratakan air ke seluruh badan, termasuk kulit di bawah rambut yang tipis maupun tebal, disertai niat. Mandi dilakukan dengan membasuh, bukan sekadar mengusap, dan tidak disyaratkan tertib maupun muwalah.
- Nabi ﷺ mengajarkan Ummu Salamah bahwa cukup menuangkan air ke kepala tiga kali lalu menyiram seluruh badan. Berwudhu sebelum mandi termasuk sunnah, bukan syarat sahnya mandi.
- Memakai sabun dan sampo boleh, bahkan baik karena membantu kebersihan dan meratakan air. Nabi ﷺ biasa mandi memakai daun bidara.
Mandi yang disunnahkan
- Mandi untuk berkumpul dengan banyak orang, seperti dua hari raya; ketika badan berbau; dan sebelum ihram.
- Mandi Jumat sunnah menurut jumhur dan diwajibkan oleh sebagian salaf. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menguatkan wajibnya bagi orang yang berkeringat atau berbau sehingga mengganggu orang lain. Mandi setelah memandikan jenazah juga diperselisihkan; Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menilai sunnah sebagai pendapat yang moderat.
Menunda mandi dan keringanan
- Syaikh Bin Baz menjelaskan bahwa mandi junub, atau mandi haid bagi wanita yang suci sebelum fajar, boleh ditunda sampai setelah fajar dan puasanya sah. Namun mandi tidak boleh ditunda sampai matahari terbit, karena wajib mandi dan shalat Subuh pada waktunya; laki-laki hendaknya bersegera agar dapat shalat Subuh berjamaah.
- Al-Lajnah berfatwa bahwa orang junub boleh tidur sebelum berwudhu, tetapi yang lebih utama berwudhu dahulu karena Nabi ﷺ melakukannya.
- Orang yang terluka atau sakit sehingga air membahayakannya cukup bertayammum (lihat bab Tayammum dan Mengusap Khuf).
Dalil pokok
وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
“Dan jika kalian junub, maka mandilah.”
إِنَّمَا الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ
“Sesungguhnya (mandi dengan) air itu disebabkan keluarnya air (mani).”
إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا ، فَقَدْ وَجَبَ الْغَسْلُ
“Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya lalu bersungguh-sungguh kepadanya (menyetubuhinya), maka wajib baginya mandi.”
Dalam riwayat Muslim ada tambahan: “walaupun tidak keluar mani.”
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengira mandi wajib tidak sah tanpa berwudhu lebih dahulu. Koreksinya: wudhu sebelum mandi sunnah; meratakan air ke seluruh badan dengan niat sudah mencukupi.
- Menunda mandi junub sampai matahari terbit sehingga shalat Subuh terlewat. Koreksinya: boleh menunda sampai setelah fajar, tetapi shalat Subuh tetap wajib pada waktunya.
- Mengira wajib mandi setiap kali bermimpi walaupun tidak keluar mani. Koreksinya: kewajiban mandi terkait dengan keluarnya mani.
- Memaksakan mandi padahal air membahayakan luka atau penyakit. Koreksinya: syariat memberi keringanan tayammum.
Rujukan
- Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, Syaikh Shalih Al-Fauzan, bab mandi.
- Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah, bab thaharah (fatwa tentang mimpi basah, tidur bagi orang junub, dan pemeriksaan medis).
- Manhaj As-Salikin, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di (rujukan pendamping).
- Fatawa Ash-Shiyam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz.
Sumber rangkuman
- Kapan Wajib Mandi Dan Kapan Disunahkan, Almanhaj.or.id
- Bolehkah Menunda Mandi Wajib Hingga Terbit Fajar, Almanhaj.or.id
- Bershampo dan Mandi Wajib Orang yang Luka di Kepala, Almanhaj.or.id
- Manhajus Salikin: Mandi Wajib Karena Junub dan Hubungan Intim, Rumaysho.com
- Manhajus Salikin: Mandi Wajib Karena Haidh, Nifas, Kematian, dan Masuk Islam, Rumaysho.com
- Matan Taqrib: Ketahuilah 6 Penyebab Mandi Wajib, Rumaysho.com
- Pelajaran dari Ayat Wudhu dan Tayammum (2), Rumaysho.com
Pertanyaan pemahaman
Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.
-
Sebutkan sebab mandi wajib yang disepakati ulama.
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Keluarnya mani, bertemunya dua kemaluan, serta berhentinya darah haid dan nifas.
-
Apakah orang yang bermimpi tetapi tidak mendapati basah wajib mandi?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Tidak wajib; yang mewajibkan mandi adalah keluarnya mani.
-
Apa kadar minimal mandi wajib yang sah?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Meratakan air ke seluruh badan, termasuk kulit di bawah rambut, disertai niat.
-
Bolehkah menunda mandi junub sampai setelah azan Subuh?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Boleh, tetapi tidak sampai matahari terbit, karena shalat Subuh wajib dikerjakan pada waktunya.
Tanya tentang modul ini
AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.
Bacaan lanjutan
- Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Nabi (seri 4): Wajibnya Wudlu Jika Ingin Menyentuh Mushaf & Kapan Disunahkan Untuk Berwudlu Firanda.com
- Pelajaran dari Ayat Wudhu dan Tayammum (3) Rumaysho.com
- Yang Harus Dilakukan Dalam Tayammum Almanhaj.or.id
- “TAHLILAN MAKRUH TIDAK HARAM” Firanda.com
Cari pembahasan lain tentang “mandi wajib” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.