Lewati ke isi

Modul 44 dari 68Puasa, bagian 3 dari 3

Puasa Sunnah

صيام التطوع

Macam-macam puasa sunnah dan keutamaannya, hari yang dilarang berpuasa, serta hukum praktis puasa sunnah.

Rujukan utama: Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, Syaikh Shalih Al-Fauzan; Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah

Draf. Pembahasan ini belum ditinjau dewan pengawas. Periksa kembali dalil dan rujukannya sebelum menyebarkan.

Tujuan belajar

Peserta mengenal puasa sunnah yang ada tuntunannya beserta keutamaannya, mengetahui hari-hari yang dilarang berpuasa, dan memahami hukum praktis puasa sunnah, termasuk bagi suami istri.

Poin materi

  • Kedudukan: puasa sunnah menambah pahala dan menambal kekurangan puasa wajib. Ada puasa sunnah mutlak yang boleh dikerjakan kapan saja selain hari terlarang, dan ada yang terkait waktu tertentu.
  • Puasa Dawud: sehari berpuasa dan sehari berbuka; inilah puasa sunnah yang paling utama.
  • Muharram dan Asyura: puasa paling utama setelah Ramadhan adalah di bulan Muharram. Puasa Asyura (10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu, dan disunnahkan juga berpuasa pada tanggal 9 untuk menyelisihi kaum Yahudi. Yang dituntunkan pada hari Asyura hanyalah puasa, bukan ritual lain.
  • Awal Dzulhijjah dan Arafah: disunnahkan berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah, terutama hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak berhaji. Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Bagi jamaah yang sedang berhaji, puasa Arafah dimakruhkan.
  • Enam hari Syawal: bersama puasa Ramadhan pahalanya seperti puasa setahun penuh, karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Yang utama dikerjakan berturut-turut setelah hari raya, tetapi boleh dipisah-pisah. Kaitannya dengan utang puasa dibahas di bab Udzur, Qadha, dan Fidyah.
  • Tiga hari setiap bulan: pahalanya seperti puasa setahun. Disunnahkan pada ayyamul bidh (tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriyah), tetapi boleh pada hari lain; Nabi ﷺ kadang berpuasa di awal, tengah, atau akhir bulan.
  • Senin dan Kamis: pada kedua hari itu amal diperlihatkan kepada Allah. Senin adalah hari kelahiran Nabi ﷺ dan hari beliau diutus atau menerima wahyu.
  • Sya’ban: Nabi ﷺ paling banyak berpuasa sunnah di bulan Sya’ban, tanpa mengkhususkan tanggal 15 (lihat modul Cek Amalan tentang Nisfu Sya’ban).
  • Larangan: haram berpuasa pada dua hari raya dan hari tasyriq (kecuali sebagai pengganti dam bagi jamaah haji tamattu’ dan qiran), serta pada hari syak (30 Sya’ban) untuk berjaga-jaga menyambut Ramadhan. Dimakruhkan mengkhususkan hari Jumat saja tanpa diiringi hari lain, dan tidak boleh mengkhususkan seluruh bulan Rajab dengan puasa. Puasa sepanjang tahun tanpa henti tidak disyariatkan; Nabi ﷺ sendiri tidak berpuasa setiap hari.
  • Niat dan membatalkan: puasa sunnah boleh diniatkan di siang hari, dan boleh dibatalkan tanpa kewajiban qadha, walaupun menyempurnakannya lebih utama. Nabi ﷺ pernah membatalkan puasa sunnahnya ketika di rumah ada makanan hadiah.
  • Puasa sunnah istri: Syaikh Shalih Al-Fauzan berfatwa bahwa istri tidak berpuasa sunnah ketika suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya. Puasa Ramadhan tidak memerlukan izin, demikian pula qadha bila waktunya sudah sempit. Bila istri berpuasa sunnah dengan izin lalu suami mengajaknya berhubungan, yang lebih utama adalah memenuhi ajakan suami (Syaikh Ibnu ‘Utsaimin). Suami yang sedang berpuasa sunnah pun boleh berbuka bila istri mengajaknya.

Dalil pokok

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”

HR. Muslim no. 1164

“Puasa hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, dan puasa hari Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ

“Berpuasalah tiga hari setiap bulan, karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, dan itu seperti puasa setahun.”

HR. Al-Bukhari no. 1976

ٱلصَّائِمُ ٱلْمُتَطَوِّعُ أَمِيرُ نَفْسِهِ، إِنْ شَاءَ صَامَ، وَإِنْ شَاءَ أَفْطَرَ

“Orang yang berpuasa sunnah adalah penguasa atas dirinya; jika mau ia melanjutkan puasanya, dan jika mau ia berbuka.”

HR. Ahmad no. 26353

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang wanita berpuasa ketika suaminya ada di rumah, kecuali dengan izinnya.”

HR. Al-Bukhari dan Muslim

Nabi ﷺ paling banyak berpuasa sunnah di bulan Sya’ban: HR. Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengkhususkan puasa pada tanggal tertentu tanpa dalil, seperti Nisfu Sya’ban, atau berpuasa sebulan penuh di bulan Rajab.
  • Menjadikan hari Asyura sebagai hari ritual selain puasa.
  • Istri berpuasa sunnah tanpa izin suami yang sedang berada di rumah.
  • Memaksakan diri berpuasa setiap hari tanpa jeda, padahal Nabi ﷺ tidak melakukannya.
  • Mengira puasa sunnah yang dibatalkan wajib diqadha, atau berdosa bila dibatalkan.

Rujukan

  • Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, Syaikh Shalih Al-Fauzan, bab puasa sunnah.
  • Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah, bab puasa.
  • Al-Fatawa Al-Jami’ah lil Mar’ah Al-Muslimah, memuat fatwa Syaikh Al-Fauzan tentang puasa sunnah istri.
  • Mukhtashar Al-Fiqh Al-Islami, Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri (rujukan pendamping).

Sumber rangkuman

Pertanyaan pemahaman

Jawab dalam hati dulu, lalu buka jawabannya.

  1. Puasa sunnah apa yang paling utama?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Puasa Dawud, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka.

  2. Apa keutamaan puasa Arafah?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

  3. Mengapa puasa Ramadhan ditambah enam hari Syawal seperti puasa setahun?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.

  4. Bolehkah membatalkan puasa sunnah?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Boleh dan tidak wajib qadha, walaupun menyempurnakannya lebih utama.

  5. Kapan istri perlu izin suami untuk berpuasa?

    Lihat jawabanSembunyikan jawaban

    Untuk puasa sunnah ketika suami ada di rumah.

Bagikan ke WhatsApp

Tanya tentang modul ini

AI menyusun jawaban dari isi halaman ini dan fatwa yang tersimpan di situs, dengan nomor sumber di setiap hukum dan dalil. Bila sumbernya tidak ada, AI tidak menjawab.

Bacaan lanjutan

Cari pembahasan lain tentang “puasa sunnah” di Dewan Fatwa, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id, Firanda.com, Hadits Tazkia dan Salik.in.